Sekilas Tentang Teori Warna

Sekilas Tentang Teori Warna

Color theory atau teori warna yang dilansir dari Interaction Design Foundation, merupakan pedoman yang digunakan desainer untuk menyampaikan pesan kepada pengguna melalui penggunaan warna. Secara umum, warna sebenarnya dapat dilihat melalui persepsi setiap orang. Ada yang menyukai atau bahkan tidak menyukai warna tertentu.

Namun, beberapa pengusaha tidak memahami bahwa warna berperan sangat penting dalam membangun merek atau brand. Faktanya menurut 99Designs, orang memutuskan apakah mereka menyukai suatu produk dalam waktu 90 detik atau kurang. 90% keputusan hanya didasarkan pada warna, tidak ada yang lain.

Dari sini terlihat bahwa desainer grafis harus lebih peka dalam memilih warna menggunakan teori warna.

Teori Warna Penting Karena

Warna adalah salah satu komponen yang menghidupkan objek, logo, atau desain tertentu. Menurut Design & Promote, warna menciptakan ide, mengungkapkan pesan, membangkitkan minat, dan membangkitkan emosi pengguna. Oleh karena itu, teori warna atau color theory menjadi salah satu pedoman yang harus diikuti oleh para desainer.

Selain itu, menurut 99Designs, teori warna juga berperan penting dalam branding, pemasaran, bahkan penjualan. Karena dengan pengetahuan dasar tentang warna dan skema warna, Anda dapat mengambil keputusan yang baik dalam membangun citra merek yang efektif, terutama melalui desain.

Misalnya, bayangkan Anda melakukan pemasaran media sosial di Instagram, tetapi warna yang ditampilkan dalam desain postingan saling bertentangan dan tidak sesuai dengan teori warna. Sulit untuk meningkatkan keterlibatan Anda secara otomatis karena pengunjung Anda tidak tertarik dengan apa yang Anda sajikan.

Teori Warna dan Roda Warna

Jika melihat sejarah, Sir Isaac Newton menemukan color wheel (roda warna) pada tahun 1666.

Pada roda warna ia mengklasifikasikan mereka menjadi tiga kelompok yaitu primer, sekunder dan tersier.

1. Pengertian Warna Primer

Menurut Hubspot, warna primer adalah warna yang tidak dapat Anda buat dengan mencampurkan dua warna atau lebih. Hal ini berarti warna primer merupakan warna awal atau warna dasar.

Contoh warna primer adalah biru, merah, dan kuning. 

2. Pengertian Warna Sekunder

Berbeda dengan warna primer, warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari dua dari tiga warna primer yang disebutkan di atas. Berikut contoh dari warna sekunder:

  1. warna merah dan kuning jika dicampur menjadi warna jeruk/oranye
  2. warna biru dan warna merah yang bila dijadikan satu akan menjadi warna ungu
  3. contoh terakhir warna kuning dengan biru bila disatukan akan menjadi warna hijau

3. Pengertian Warna Tersier

Warna tersier dianggap lebih kompleks dari warna primer dan sekunder. Karena ini adalah campuran warna keduanya. Untuk memahami warna ini dengan baik, Anda perlu memahami semua komponen warna lainnya. Karena tidak semua warna primer bisa dipadukan dengan warna sekunder dan sebaliknya.

Contoh dari warna tersier ini adalah merah dengan ungu menjadi warna magenta.

Skema Warna

Jadi, setelah kita membahas teori warna dan roda warna, saatnya beralih ke pembahasan skema warna. Pada dasarnya, desainer mengembangkan skema warna menggunakan roda warna materi pemasaran.

Menurut Usability Geek, skema warna dibagi menjadi beberapa kategori:

1. Pengertian Skema Warna Monokrom

Biasanya desain monokromatik menggunakan variasi warna yang sama. Sistem ini sangat sederhana dan dapat menciptakan tampilan yang sangat elegan.

2. Pengertian Skema Warna Analog

Analog menggunakan kombinasi warna primer dan sekunder. Sistem ini dinilai sangat menenangkan dan nyaman digunakan. Untuk bisnis, sistem analog tidak hanya enak dipandang, tetapi juga dapat menginspirasi konsumen untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk atau layanan. Secara tidak langsung, teori warna berperan penting di sini.

3. Pengertian Skema Warna Complementary

Desain ini menggunakan warna yang berlawanan pada roda warna, seperti B. Merah dan Hijau. Biasanya model ini memiliki kontras yang kuat sehingga akan sangat terlihat.

4. Pengertian Skema Warna Triadic

Desain ini dibuat menggunakan tiga warna dengan jarak yang sama pada roda warna. Warna mungkin tidak semarak, tetapi model dapat mempertahankan kontras tinggi.

Simbolisme Warna

1. Warna Merah

Warna ini dapat menyampaikan ide yang berbeda tergantung pada konteksnya. Karena merah dikaitkan dengan api, itu bisa mewakili panas – atau bahaya. Karena merah juga merupakan warna darah, juga dianggap sebagai warna energi, warna kehidupan dan juga mengacu pada sesuatu yang berhubungan dengan hati dan terkadang kekerasan.

Arti alternatif: Dalam beberapa budaya Timur, merah melambangkan keberuntungan dan kemakmuran dan juga menjadi warna yang dikenakan oleh mempelai wanita di hari pernikahannya. Di dunia, warna merah diasosiasikan dengan berbagai gerakan politik dan simbol revolusi.

Pada merek atau branding: Merah sering menyampaikan kekuatan, kepercayaan diri dan kekuatan dan merupakan warna yang sangat terlihat.

2. Warna Oranye

Warna ini juga merupakan warna yang berapi-api, oranye memadukan kehangatan merah dan keceriaan kuning dalam nada yang menyampaikan aktivitas, energi, dan optimisme. Warna ini juga dikaitkan dengan waktu panen atau musim gugur.

Arti alternatif: Di India, saffron / kunyit, shade dari warna oranye tertentu, dianggap suci. Di Jepang, oranye adalah warna yang melambangkan cinta.

Pada merek atau branding: Oranye sering berarti kemudahan dan kreativitas. Emas, yang juga berwarna oranye atau kuning tergantung pada naungannya, merupakan simbol kemewahan dan kecanggihan.

3. Warna Kuning

Sebagai warna matahari, kuning sering dikaitkan dengan kebahagiaan, kegembiraan, persahabatan, dan kesegaran musim semi. Dalam beberapa konteks, warna ini juga bisa menjadi sinyal peringatan atau indikasi bahaya. Beberapa varietas (terutama kuning tak jenuh dan kuning kehijauan) bisa terlihat tidak sehat atau tidak nyaman; Di masa lalu, warna kuning terkadang dikaitkan dengan penyakit dan karantina.

Arti alternatif: Dalam beberapa budaya Timur dan Asia, kuning diasosiasikan dengan kemuliaan dan nilai tinggi. Di beberapa bagian Afrika dan Amerika Latin, kuning adalah warna berkabung tradisional.

Pada merek atau branding: Kuning murni/muda menarik perhatian tetapi bisa sangat mengganggu atau sulit dilihat (mis. ketika teks berada pada latar belakang kuning cerah atau sebaliknya) jika tidak digunakan dengan hati-hati.

4. Warna Hijau

Hijau itu adalah warna alam, tumbuhan dan pertumbuhan. Misalnya, warna hijau sering mengkomunikasikan kesehatan, kesegaran, atau kualitas “alami”. Hijau tua dapat mewakili kekayaan (atau hal-hal yang berhubungan dengan uang) dan stabilitas.

Arti alternatif: Dalam beberapa budaya Muslim, hijau adalah warna yang sakral. Hijau juga dikaitkan dengan Irlandia, dan dengan perpanjangan, St Patrick dan daun keberuntungan semanggi yang memiliki empat helai.

Pada merek atau branding: Merek atau produk yang bertujuan menyampaikan perasaan “hijau” (rasa alami, sehat, berkelanjutan, ekologis, organik, dll.) sering kali menggunakan warna yang terinspirasi dari alam seperti hijau dan coklat.

5. Warna Biru

Warna laut dan langit, warna ini seringkali menyampaikan kualitas yang tenang dan murni. Berbeda dengan warna yang berenergi dan sejuk, biru dipandang sebagai warna yang menenangkan. Dalam beberapa konteks, biru dapat mewakili kesedihan atau depresi.

Arti alternatif: Dalam budaya Timur Tengah, biru secara tradisional berarti perlindungan dari kejahatan. Karena warna dikaitkan dengan surga, biru melambangkan keabadian dan/atau spiritualitas dalam berbagai budaya.

Pada merek atau branding: Biru adalah warna umum dan salah satu warna yang paling serbaguna. Biasanya digunakan untuk mengkomunikasikan kepercayaan, keamanan, dan stabilitas. Biru tua adalah pilihan populer di lingkungan bisnis karena kualitasnya serius, konservatif, dan profesional.

6. Warna Ungu

Ungu secara tradisional dikaitkan dengan kesetiaan, keagungan atau kehormatan. Warna ini juga memiliki makna spiritual/mistis atau religius.

Arti alternatif: Dalam banyak budaya di seluruh dunia, ungu melambangkan kebangsawanan atau kekayaan; Namun, di Thailand dan sebagian Amerika Selatan, warna ini diasosiasikan dengan kesedihan.

Pada merek atau branding: Nada yang lebih gelap biasanya masih melambangkan kemewahan, sedangkan nada yang lebih terang dapat dikaitkan dengan feminitas atau kekanak-kanakan.

7. Warna Hitam

Seperti merah, hitam memiliki banyak arti (terkadang berlawanan). Warna ini dapat mewakili kekuatan, kemewahan, kecanggihan dan eksklusivitas. Di sisi lain, hitam bisa melambangkan kematian, iblis atau misteri. Dalam pakaian, hitam biasanya mengomunikasikan formalitas (pesta “dasi hitam”) atau kesedihan (seperti warna tradisional yang digunakan pada pemakaman).

Arti alternatif: Dalam beberapa budaya Asia dan Amerika Latin, hitam dianggap sebagai warna maskulin. Hitam berarti kelahiran kembali di Mesir. Di banyak budaya lain, warna ini dikaitkan dengan sihir, takhayul, atau nasib buruk, atau entah bagaimana dengan hal yang tidak dapat dijelaskan atau tidak diketahui.

Pada merek atau branding: Hitam juga sering digunakan sebagai netral, meski tergantung konteksnya tetap bisa menyampaikan makna seperti yang dijelaskan di atas. Banyak desain hanya hitam dan putih, apakah itu pilihan sadar atau hanya untuk menghemat biaya cetak. Warna lain bisa tampil lebih terang dan intens jika dipadukan dengan warna hitam.

8. Warna Putih

Seperti warna cahaya dan salju, putih juga sering melambangkan kesucian, kepolosan, kebaikan atau kesempurnaan (dan secara tradisional dikenakan oleh pengantin wanita), tetapi juga dapat diasosiasikan dengan ketelanjangan atau kemandulan.

Arti alternatif: Putih adalah warna kesedihan di Tiongkok. Putih mewakili perdamaian di banyak budaya – bendera putih adalah simbol gencatan senjata dan penyerahan universal.

Pada merek atau branding: Putih sering mengomunikasikan kesederhanaan atau kualitas yang bersih dan modern. Desainer yang mencari esensi minimalis sering menggunakan banyak warna putih.